Jumat, 10 Januari 2020

Pandangan Hidup, Cita-cita, Keyakinan, dan Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik


Pandangan hidup merupakan sebuah hasil penalaran dan pemikiran yang didasarkan atas keyakinan dan kepercayaan yang berasal dari akal dan kekuasaan Tuhan sehingga dapat diakui kebenarannya. Kemudian atas dasar pemikiran ini manusia menggunakannya sebagai pedoman, petunjuk, arahan dalam kehidupannya. Pandangan juga dapat diartikan sebagai pertimbangan, pendapat yang diperoleh dari hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah dalam waktu dan tempat hidupnya yang dapat digunakan sebagai petunjuk hidup di dunia. Istilah ideologi berasal dari kata idea (inggris) yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, dan cita-cita; kata logi yang dalam bahasa Yunani logos artinya ilmu atau pengetahuan. Secara harfiah, ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan-gagasan, ide-ide, science of ideas, atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Sehingga pandangan hidup yang berupa ideologi yaitu ajaran, petunjuk, atau hasil pemikiran manusia yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang ada.
Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada di dalam hati. Cita-cita merupakan bagian atau salah satu dari unsur dari pandangan hidup manusia yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu dapat di sebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu. Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Makna kebajikan manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral.
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Keyakinan dan kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar. Dalam sebuah gagasan yang berasal dari dialog Theaetetus oleh Plato, filosofi tradisional telah menetapkan bahwa kebebenaran dari berkepercayaan adalah dibenarkan. Hubungan antara berkepercayaan dan ilmu pengetahuan adalah bahwa ilmu pengetahuan adalah bagian dari berkepercayaan jika berkepercayaan itu benar, dan jika berkepercayaan memiliki alasan pembenar (wajar dan harus masuk akal pernyataan / bukti / petunjuk) maka untuk berkepercayaan itu memang benar.
Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik:
a.       Mengerti tentang pandangan hidup itu sendiri
b.      Menghayati pandangan hidup agar memperoleh gambaran yang benar dan tepat.
c.       Mengenal dan mengetahui sebagai kodrat manusia dalam melakukan aktivitas hidupnya
sehingga dengan demikian mengenal pandangan hidupnya.
d.      Meyakini apa tujuan hidup sehingga memperoleh kepastian dalam hidupnya.
e.       Mengabdi pada hidup sehingga merasakan manfaat dalam kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar